Senin, 4 Mei 2015 
HOMEPENGADUANSPACE IKLAN
    Pengaduan

<< 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 >>


Nama Komentar
DEDI SETIAWAN FURDI SANTOSO

Alamat:
Selok Besuki Kec.Sukodono

Waktu Pengiriman : 2014-12-10 11:15:52  | Belum Ada Tanggapan|
Pengaduan Kepada : Dinas Pendidikan Lumajang

asslamualaikum wr. wb
saya mau mengadukan tentang penarikan uang sumbangan perbaikan mushola sekolah smpn 2 lumajang yang sangat memberatkan apakah itu di benarkan ..... ? kan anggaran untuk pembangunan gedung sekolah dan gedung penunjang sudah ada .......

mohon di tindaklanjuti .
terima kasih
Ahalim

Alamat:
Bades Kec.Pasirian

Waktu Pengiriman : 2014-12-09 20:28:27  | Belum Ada Tanggapan|
Pengaduan Kepada : Badan Perencana Daerah Lumajang

Modus Baru Mafia Tambang Pasir

Permasalahan terkait penambangan pasir lumajang memang tidak ada habisnya. Sudah belasan tahun dikeruk tiada hentinya, namun masih tetap menggiurkan bagi para mafia. Ketika pasir di daerah aliran sungai sudah habis, kini giliran pasir laut yang siap diberangus.

Sudah sebulan ini penambangan pasir laut terus berlangsung di lokasi muara sungai Rejali di Pantai Bambang desa Bades kecamatan Pasirian. Namun sampai sekarang tidak ada satupun aparat pemerintah daerah yang melarang atau menghentikan. Saya tanya, apakah memang boleh pasir laut dikeruk sebagai tambang pasir? Kami masyarakat tidak bodoh pak/bu, disana telah terjadi perusakan lingkungan yang tergolong pelanggaran berat. Dimana mata, telinga, kaki, tangan, dan otak para pejabat lumajang ini?? Sehingga tak satupun yang tergerak dan mencegah perusakan lingkungan ini?

Kami tahu bahwa pengerukan pasir laut ini berkedok proyek. Kami tanya, apakah memang ada proyek itu?? Ini hanya proyek abal-abal, sebagai topeng saja. Lihatlah di lapangan, kalau memang ini proyek, coba bapak/ibu aparat tanya :
Berapa nilai proyeknya? Dari mana anggarannya? Dikontrak oleh perusahaan apa? Bagaimana tendernya? Sampai tanggal berapa proyek ini berlangsung? Adakah gambar dan petunjuk teknis proyeknya??

Kami tidak bodoh pak/bu….
Yang terjadi di lapangan adalah pengerukan pasir laut dengan beberapa alat berat untuk DIJUAL BEBAS. Duitnya masuk kemana?? Tidak usah ditanya dan tidak usah dihitung. Yang jelas pemerintah tidak akan dapat apa-apa kecuali MALU. Di lapangan tidak ada kegiatan pekerja proyek, yang ada hanya penambangan pasir dan perusakan pantai. Lihatlah Pak/Bu……. Turunlah ke Lokasi. Lihatlah…… Kami tahu kami dibodohi. Ini semua hasil persekongkolan antara OKNUM PEJABAT dan MAFIA TAMBANG. Mereka merencanakan ini semua hanya untuk mengelabui masyarakat.
Tapi sekali lagi, Kami tidak bodoh pak/bu….

Melalui pengaduan ini kami mohon perusakan pantai berkedok proyek ini segera dihentikan, sebelum terlambat. Mohon ditelusuri dan diberantas sampai ketemu siapa dalang modus ini. Hari gini, masih ingin mengelabui masyarakat? Sudah gak jamannya pak/bu. Sekali lagi kami tidak bodoh, Tolong segera ditindak dengan serius, karena Pengaduan ini akan kami teruskan sampai ke kementerian ESDM, kementerian Pariwisata dan kementerian Kelautan dan Perikanan. Sekarang jaman keterbukaan….

Waspadalah…waspadalah…..
Ahalim

Alamat:
Bades Kec.Pasirian

Waktu Pengiriman : 2014-12-09 20:23:11  | Belum Ada Tanggapan|
Pengaduan Kepada : Dinas Lingkungan Hidup

Modus Baru Mafia Tambang Pasir

Permasalahan terkait penambangan pasir lumajang memang tidak ada habisnya. Sudah belasan tahun dikeruk tiada hentinya, namun masih tetap menggiurkan bagi para mafia. Ketika pasir di daerah aliran sungai sudah habis, kini giliran pasir laut yang siap diberangus.

Sudah sebulan ini penambangan pasir laut terus berlangsung di lokasi muara sungai Rejali di Pantai Bambang desa Bades kecamatan Pasirian. Namun sampai sekarang tidak ada satupun aparat pemerintah daerah yang melarang atau menghentikan. Saya tanya, apakah memang boleh pasir laut dikeruk sebagai tambang pasir? Kami masyarakat tidak bodoh pak/bu, disana telah terjadi perusakan lingkungan yang tergolong pelanggaran berat. Dimana mata, telinga, kaki, tangan, dan otak para pejabat lumajang ini?? Sehingga tak satupun yang tergerak dan mencegah perusakan lingkungan ini?

Kami tahu bahwa pengerukan pasir laut ini berkedok proyek. Kami tanya, apakah memang ada proyek itu?? Ini hanya proyek abal-abal, sebagai topeng saja. Lihatlah di lapangan, kalau memang ini proyek, coba bapak/ibu aparat tanya :
Berapa nilai proyeknya? Dari mana anggarannya? Dikontrak oleh perusahaan apa? Bagaimana tendernya? Sampai tanggal berapa proyek ini berlangsung? Adakah gambar dan petunjuk teknis proyeknya??

Kami tidak bodoh pak/bu….
Yang terjadi di lapangan adalah pengerukan pasir laut dengan beberapa alat berat untuk DIJUAL BEBAS. Duitnya masuk kemana?? Tidak usah ditanya dan tidak usah dihitung. Yang jelas pemerintah tidak akan dapat apa-apa kecuali MALU. Di lapangan tidak ada kegiatan pekerja proyek, yang ada hanya penambangan pasir dan perusakan pantai. Lihatlah Pak/Bu……. Turunlah ke Lokasi. Lihatlah…… Kami tahu kami dibodohi. Ini semua hasil persekongkolan antara OKNUM PEJABAT dan MAFIA TAMBANG. Mereka merencanakan ini semua hanya untuk mengelabui masyarakat.
Tapi sekali lagi, Kami tidak bodoh pak/bu….

Melalui pengaduan ini kami mohon perusakan pantai berkedok proyek ini segera dihentikan, sebelum terlambat. Mohon ditelusuri dan diberantas sampai ketemu siapa dalang modus ini. Hari gini, masih ingin mengelabui masyarakat? Sudah gak jamannya pak/bu. Sekali lagi kami tidak bodoh, Tolong segera ditindak dengan serius, karena Pengaduan ini akan kami teruskan sampai ke kementerian ESDM, kementerian Pariwisata dan kementerian Kelautan dan Perikanan. Sekarang jaman keterbukaan….

Waspadalah…waspadalah…..
ari dwidjatmiko

Alamat:
Karangsari Kec.Sukodono

Waktu Pengiriman : 2014-12-04 09:18:52  | Belum Ada Tanggapan|
Pengaduan Kepada : Kecamatan Sukodono

maaf sebelumanya pak sudah sudah mengganggu aktifitas bapak. kami mau menyampaikan unek- unek kami, bahawa kakek nenek saya kerjanya adalah TANI. sedang menurut pemerintahan yg sekarang untuk rakyat yg tidakmampu akan mendapatkan bantuan tapi keluarga kami kakek nenek kami yg pekerjaannya sebagai TANI yg sekarang sudah tidak kuat lagi untuk bertani kenapa belum mendapatkan BANTUAN dari pemerintah. Mana perhatiannya untuk kami. Tolong SEGERA BERIKAN KUCURAN DANA YG PANTAS UNTUK KAMI. UNTUK MENCUKUPI KEBUTUHAN HIDUP YG SEMAKIN SULIT SEKARANG DITAMBAH HARGA BAHAN POKOK SEMAKIN MELONJAK TINGGI.MOHON PERHATIANNYA PAK.
TERIMAKASIH
KAMI TUNGGU KUCURAN DANANYA UNTUK KAMI PAK
samsul arifin

Alamat:
Tompokersan Kec.Lumajang

Waktu Pengiriman : 2014-12-03 11:17:50  | Belum Ada Tanggapan|
Pengaduan Kepada : Kecamatan Lumajang

As…… wb :Kepada yang terhormat bpk camat lumajang, kami mengadukan agar dana bantuan 5-6/12/2014 bagi rakya tyg kurang mampu yg sekarang tepatnya di desa boreng. agar ditinjau ulang karena kami dapat informasi bahwa dana bantuan sebesar 400rp akan dipotong sebesar 50rp(lima puluh ribu rupiah) atas perhatiannya kami ucapkan trimakasih. Wassalm
Amar Rudi Ahmad

Alamat:
Banyuputih Lor Kec.Randuagung

Waktu Pengiriman : 2014-12-02 00:36:47         |  Lihat Tanggapan|
Pengaduan Kepada : Dinas Pekerjaan Umum

Asslamualaikum... Kepada Yth. dinas Pekerjaan Umum Kab. Lumajang. ingin mengajukan atau mengadu tentang penerangan disepanjang jalan Banyuputih Lor minimnya peneranagan dari pemerintah sehingga sering kecelakaan dan ada juga salah satunya masyarakat sekitar di waktu malam hari yang ingin menggunakan angkutan umum seprti Bis harus menunggu lama karena bis yang ingin di tumpangi tak kunjung berhenti karena jalan yang gelap kemungkinan sopir bis itu takut yang ingin berhenti itu sudah sangat sering terjadi selain kecelakaan. mungkin ini saja yang bisa saya sampaikan... mohon diperhatikan juga jalan2 yang ada dipinggiran kota lumajang jangan hanya di kota saja yang dipenuhi dengan perangan jalan yang dipinggiran kota juga perlu perhatian dari pemerintah. terima kasih saya tunggu tanggapn dari pemerintah kab. Lumajang
budi susetyo

Alamat:
Sumberwuluh Kec.Candipuro

Waktu Pengiriman : 2014-11-26 11:20:36  | Belum Ada Tanggapan|
Pengaduan Kepada : Admin Website

saya melihat sendiri di sb wuluh di sempanjang aliran lahar khususnya antara kamar kajang (kampung rentent dan kebondeli..
sekarang ada beberapa BEGU.. yang dipakkai untuk mengambil pasir..
Pengambilan pasir menurut saya tidak masalah justru baik krn akan mengurangi material yang ada di sepanjang aliran lahar,.

Namun begitu ada 2 atau 3 begu yang menambang / mengeruk pasir persis di pinggir tanggul... hal ini tentu berbahaya krn akan menyebabakan tanggul tidak kuat dan akan mengarahkan air lahar menuju ke tempat yang lebih rendah.

setahu saya minimak pengambilan pasir atau batu aliran lahar paling tidak 30 meter dari tanggul......

TOLONG untuk di CEK........ krn ini sangat membahayakkan kekkuatan tanggul bila materiall di pinggir tanggul di ambil oleh BEGU-BEGU

selain itu juga tanggul sebelah luar di kampung renteng tepatnya juga sudah longsor ..... mohon di cek.... mengingat sekarang musim hujan.....


terimakasih

 
 Sekapur Sirih
 Lambang Daerah
 Sejarah Lumajang
 Visi Misi
 Eksekutif
 Legislatif
 Kecamatan

 Layanan Inspektorat (ISC)
 Layanan Perijinan
 Layanan PDAM
 Layanan Perhubungan
 Layanan Tenaga Kerja
 Layanan Perpustakaan
 Layanan Dinas Pasar
 Layanan Kependudukan
 Layanan PD Bank Pasar
 Layanan Bakesbangpol

 RPJMD 2015-2019
 RTRW 2012-2032
 RKPD 2014
 Lumajang Dalam Angka 2014
 Indikator Ekonomi
    Kabupaten Lumajang 2014
 Prestasi Lumajang
 Transparansi Pengelolaan
    Anggaran Daerah

 Dewan TIK Nasional
 ICT-PURA
 Portal Berita Info Publik
 BNN Kab.Lumajang
 Bank Jatim

17 April 2015
Acara Sepedaan Malam The Colour Bike

17 April 2015
Apel HUT GOP TKI 2015

16 April 2015
Gladi Lapangan Erupsi Gunung Semeru Kab. Lumajang 2015

Indeks Agenda

محصون ال :
di  TAWONSONGO PASRUJAMBE LUMAJANG
03 Mei 2015

SEMOGA LUMAJANG TETAP TANGGUH, KOKOH, DAN ATIB BERSERI. SALAM LUMAJANG SEJAHTERA.... بارك الله لوماجاغ

Erwina :
di  Ranuyoso
02 Mei 2015

prtma buat kluarga besarku tepatnya di Desa Wates Wetan,dipasar buah sering macet patuhilah peraturan lalu lintas biar tidak mengganggu pengendara lain.

didik  :
di  gucialit
01 Mei 2015

pagi lumajang, selamat hari libur, semoga lumajang tetap sejahtera, salam dolor2 gucialit

Agus Mulyono :
di  Jl. Gajah Mada No 124 Toga Lumajang
30 April 2015

Dikontrakan Ruko Ukuran 4,5m x 20m, lokasi sangat strategis, toga lumajang, dekat stadion, cocok untuk semua jenis usaha, parkir luas, bangunan baru, dibuka 17 juta/tahun hub 085391140075

DUGEL PURWITO :
di  PERUM KUNIR ASRI D-15
28 April 2015

MAT PGI TUK TMEN2 ALUMNI SMAN TEMPEH 1988 DAN MAT BEKERJA

randi :
di  Kunir
28 April 2015

fariska sayang kalo lagi kerja jangan BBM melulu y,,, salam manis dan kangen

gembul :
di  selok awar-awar
27 April 2015

kalau masih peduli sama lumajang tolong lah pertambangan pasir di selok awa-awar di tutup,mohon kembalikan seperti 10 tahun silam. matur suwon.....



Kirim Salam
HIT COUNTER