Home | Pengaduan | Space Iklan |   Kamis, 28 Agustus 2014 

HIT COUNTER
 Sekapur Sirih
 Lambang Daerah
 Sejarah Lumajang
 Visi Misi
 Eksekutif
 Legislatif
 Kecamatan
 Layanan Perijinan
 Layanan PDAM
 Layanan Perhubungan
 Layanan Tenaga Kerja
 Layanan Perpustakaan
 Layanan Dinas Pasar
 Layanan Kependudukan
 Layanan PD Bank Pasar
 Layanan Bakesbangpol
 Inpres No 3 Thn 2003
 Dewan TIK Nasional
 ICT-PURA
 Portal Berita Info Publik
 Transparansi Pengelolaan
    Anggaran Daerah
Teguh Yulianto :
di  Desa Jatisari
28 Agustus 2014

Yoopo lek ngene ae negoro iki BBM kok tambah ndak karukaruan.....

hermawan :
di  perum asabri
27 Agustus 2014

Bensin sulit gimana ini pak bupati mulai pom setelah terminal sampek tempeh kosong

Alifta Sukmawati :
di  SMAN 3 Lumajang
26 Agustus 2014

selamat buat SMAN 3 Lumajang sebagai sekolah perwakilan dari Lumajang dalam lomba Aksi Sekolah Bersih Narkoba se Jatim.

Ponil :
di  Ranuyoso
26 Agustus 2014

Kocok ulang jabtn eselon pemkab kok gak di update min??

alvi azizah :
di  yosowilangun kidul
26 Agustus 2014

pengen liat smk 1 punya gawe salam buat smkn 1 lumajang

yuli :
di  jogoyudan
26 Agustus 2014

untuk bag humas saya ingin melihat upacara HUT RI 2014 kab. lumajang di yuo tube kok gak ada ya...... saya ingin lihat PASKIBRAKA beraksi

arvi :
di  di desa kalnting pital
26 Agustus 2014

salam buat emak, bapak lan dolor kabeh nang omah mugo2 sehat terus,lancar rejekine amin


Kirim Salam     
 Username : 

 Password  :   
24 Agustus 2014
Karnaval Tingkat Umum

23 Agustus 2014
Lomba Balap Sepeda

23 Agustus 2014
Bhakti Sosial

Indeks Agenda   
    Artikel
Pilih Topik :  
PETA TOPOGRAFI PASIR BESI
Oleh : ARYN

PRODUK UNGGULAN SELAIN PISANG AGUNG DAN MENAMBAH 75 % PAD LUMAJANG, BILA DIEKSPLORASI, WHY NOT ?

ABSTRAC
Pasir besi (iron sand) yang membentang luas disepanjang pantai selatan kabupaten Lumajang merupakan pecahan batuan yang berukuran antara kerikil dan lanau, atau 1/16 – 2 mm pada skala Wentworth-Udden (skala yang membedakan batuan sedimen berdasarkan ukurannya). Secara umum pasir besi tersebut terdiri dari mineral opak yang bercampur dengan butiran-butiran dari mineral non logam seperti, kuarsa, kalsit, feldspar, ampibol, piroksen, biotit, dan tourmalin. mineral tersebut terdiri dari magnetit, titaniferous magnetit, ilmenit, limonit, dan hematit, Titaniferous magnetit adalah bagian yang cukup penting merupakan ubahan dari magnetit dan ilmenit. Mineral bijih pasir besi terutama berasal dari batuan basaltik dan andesitik volkanik.
Kegunaannya pasir besi selama ini selain untuk industri logam besi, juga telah banyak dimanfaatkan pada industri semen. Selain itu manfaat terkini adalah bahan dasar untuk tinta kering (toner) pada mesin fotokopi dan tinta laser, bahan utama untuk pita kaset, pewarna serta campuran (filter) untuk cat, bahan dasar untuk industri magnet permanent. Bahkan untuk waktu ke depan dimungkinkan pasir besi akan menggantikan produk–produk unggulan kabupaten Lumajang seperti pisang agung, kerajinan perak dan hasil pertanian lainnya.

Litologi dan Karakter
Karakter pasir besi di kabupaten Lumajang mempunyai kadar Ferum (Fe) yang sangat rendah, sekitar 40-50 persen. Mengandung berbagai bahan pengotor seperti Titanium (Ti), Vanadium (V), Nikel (Ni), dan Cobalt (Co). Bahan pengotor tersebut menyebabkan pasir besi tidak efisien jika diolah menjadi besi baja. Harganya menjadi rendah, sehingga tidak menarik untuk ditambang secara besar-besaran.
Baja atau sering disebut besi baja adalah bahan baku vital dalam dunia industri. Sekitar 95 persen dari seluruh konsumsi produk yang terbuat dari logam didominasi baja yang digunakan hampir di semua segmen kehidupan. Mulai dari peralatan dapur, kendaraan (seperti mesin, bodi lokomotif dan lain-lain), generator pembangkit listrik, kerangka rumah dan bangunan, jembatan dan lain sebagainya.
Secara umum karakter pasir besi di daerah sepanjang pantai di kabupaten Lumajang mulai dari desa Wotgalih sampai desa Bulurejo kecamatan Tempursari, mengandung 40,2 % bahan pengotor dan kandungan Fe-nya masih rendah. Oleh karena itu, perlu adanya terobosan teknologi yang canggih dan tepat untuk mengolahnya.
Salah satu cara meningkatkan daya guna pasir besi adalah memisahkan bahan pengotor dari Fe. Jika telah diperoleh Fe tanpa bahan pengotor, bisa langsung diolah menjadi baja.
Untuk membersihkan pasir besi dari bahan pengotor diperlukan alat pemisah magnet berbentuk roda yang disebut Magnetik Separator. Dengan alat tersebut, akan terpisah bahan yang bersifat magnet yakni Fe dan bahan pengotor yang tidak bersifat magnet.
Bahan yang bersifat magnet dimurnikan lagi, sehingga menghasilkan Fe3O4 dan TiO2 (Titanium Dioksida). Dari Fe3O4 itulah yang nantinya diolah menjadi besi baja. Penerapan teknologi pengolahan pasir besi yang tepat diharapkan dapat menyuplai bahan baku industri baja nasional, sehingga kemandirian industri baja nasional dapat terwujud.


3. Pengolahan Pasir Besi
Menurut Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Prof Dr Ir Muhhamad Naim dalam salah satu simposium pernah memaparkan, eksploitasi pasir besi dengan memanfaatkan teknologi dari Finlandia terbukti paling bagus karena menggunakan magnet penghisap. Pasir besi hanya akan diambil sekitar 6 meter dari permukaan tanah. Sebab bila ditambah lebih dari 6 meter maka yang ditemukan bukan pasir besi namun kerakal. "Penambangannya pun berjarak 200 meter dari bibir pantai sehingga tidak akan terjadi abrasi dan bersifat ramah lingkungan," paparnya.
Untuk mengurangi pencemaran lingkungan, imbuh Naim akan ditanam sejumlah tanaman seperti pohon cemara udang, jarak, pandan dan lainnya. Sementara lahan yang sudah ditanam akan dibuat landscape untuk meratakan pasir. "Rehabilitasi lahan ini dimaksudkan untuk reklamasi dan memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi lahan sehingga daya dukung, produktifitas dan peranannnya dalam mendukung fungsi lahan tetap terjaga,"imbuhnya.