Home | Pengaduan | Space Iklan |   Selasa, 21 Oktober 2014 

HIT COUNTER
 Sekapur Sirih
 Lambang Daerah
 Sejarah Lumajang
 Visi Misi
 Eksekutif
 Legislatif
 Kecamatan
 Layanan Perijinan
 Layanan PDAM
 Layanan Perhubungan
 Layanan Tenaga Kerja
 Layanan Perpustakaan
 Layanan Dinas Pasar
 Layanan Kependudukan
 Layanan PD Bank Pasar
 Layanan Bakesbangpol
 Inpres No 3 Thn 2003
 Dewan TIK Nasional
 ICT-PURA
 Portal Berita Info Publik
 Sistem Informasi Geografis
    Dinas PU Lumajang
 Transparansi Pengelolaan
    Anggaran Daerah
 SOP PPID Kabupaten
arek tempeh :
di  tempeh city
20 Oktober 2014

untuk warga lumajang mari berdo'a semoga Pak bupati kita segera diberi kesembuhan dari sakitnya. Amiin amin ya robbal'alamiin

bang One :
di  tempursari
20 Oktober 2014

salam K2, SK dan NIP untuk K2 yg lulus test CPNS kapan diberikan ya min, ????

candra feryandi :
di  kaliwungu
19 Oktober 2014

Bapak / ibu yang trhormat sya mahasiswa tingkat akhir universitas muhammadiyah malang , mau ngajukan skripsi tentang sistem informasi kecamatan berbasis web, barang kali ada kecamatan dilumajang yg bl

wawan :
di  perum asabri
18 Oktober 2014

Urus perpanjangan stnk cuman 15 menit waw hebat samsat lumajang patut diberi 10 jempol artinya super top banget

hariyono ( cak noe ) :
di  jln desa wonokerto,tekung
16 Oktober 2014

apabila ada yg butuh tenaga instalasi,jointing,fiber optic cable bisa telkom/tvcable/indosat/icon+pln, dll.. bisa menghubungi 082233761956.thx

Rini TPD :
di  Krai yosowilangun
16 Oktober 2014

Akhir oktober mau ujian komputer jk gagal tamatlah jd TPD(TENAGA PENDAMPING DESA) pdhl ak angkatan tpd 2008.

Zetta K. Pramudita :
di  Pasirian
16 Oktober 2014

tarik ulur jabatan Ketua DPRD ada indikasi cost politik yang terbangun. . Jangan khawatir kualitas DPRD 2014 . salam hangat keluarga besar Lumajang #mendidik masyarakat dengan pergerakan, mendidik pem


Kirim Salam     
 Username : 

 Password  :   
07 September 2014
Sepeda Sehat

03 September 2014
Penerimaan Tim Penilai Lomba Desa Siaga

24 Agustus 2014
Karnaval Tingkat Umum

Indeks Agenda   
    Artikel
Pilih Topik :  
POTENSI DAN SEBARAN PASIR BESI LUMAJANG
Oleh : ARYN

LUMAJANG KALAU MAU BERUBAH MENJADI KOTA METROPOLIST SEBENARNYA GAMPANG AJA, POTENSI PASIR BESINYA BISA MENJADI ANDALAN DONGKRAK PAD SAMPAI PADA ANGKA 800 MILYARD.

KEBERANIAN SEORANG PEMIMPIN (BUPATI ABAH S.MASDAR ) SANGAT DIBUTUHKAN UNTUK MERAUP RUPIAH DARI BUTIRAN HITAM " PASIR BESI " KEKAYAAN ALAM ITU JANGAN HANYA DIJADIKAN KOSUMSI POLITIK AJA, TAPI DIKEMBANGKAN DAN DIAMBIL FAEDAHNYA UNTUK RAKYAT LUMAJANG, KAPAN LAGI KALAU ENDAK MULAI SEKARANG ! BERPIKIRLAH YG REALISTIS !

TELISIK DEPOSIT PASIR BESI DI LUMAJANG



Litologi pasir besi (iron sand) yang membentang luas disepanjang pantai selatan kabupaten Lumajang merupakan pecahan batuan yang berukuran antara kerikil dan lanau, atau 1/16 – 2 mm pada skala Wentworth-Udden. Secara umum pasir besi tersebut merupakan endapan telakan (placer) alluvial pantai yang terkonsentasi ombak dari hasil erupsi gunung semeru dan terbentuk dari batuan andesitan yang merupakan perselingan breksi,lava dan tuva dengan komposisi utama andesitan basaltip yang tergerus arus sungai besar dan mengalir ke laut selatan yang terdiri dari mineral opak bercampur butiran-butiran dari mineral non logam seperti, kuarsa, kalsit, feldspar, ampibol, piroksen, biotit, dan tourmalin. Mineral tersebut terdiri dari magnetit, titaniferous magnetit, ilmenit, limonit, dan hematit. Titaniferous magnetit adalah bagian yang cukup penting dan merupakan ubahan dari magnetit dan ilmenit. Mineral bijih pasir besi terutama berasal dari batuan basaltik dan andesitik volkanik.
Selama ini kegunaannya pasir besi selain digunakan untuk industri logam besi, juga telah banyak dimanfaatkan pada industri semen dan bahan dasar tinta kering (toner) pada mesin fotokopi dan tinta laser, bahan utama untuk pita kaset, pewarna serta campuran (filter) untuk cat, bahan dasar untuk industri magnet permanent. Bahkan untuk waktu ke depan dimungkinkan pasir besi di lumajang jawa timur akan menggantikan produk–produk unggulan seperti pisang agung, kerajinan perak, pasir pasang, pasir ayakan (furadan 0,2), sand blassting dan hasil pertanian lainnya.
DEPOSIT DAN SEBARAN
Potensi dan deposit mineral iron sand di kabupaten Lumajang diprediksikan mencapai jutaan metric ton dengan asumsi sebarannya mencapai hampir 8,495,6 Ha atau 8.495 x 10.000 M2 x 4 M (asumsi kedalaman), maka akan mencapai jumlah 339.800.000 MT (raw macterial). Dari jumlah tersebut yang mempunyai kadar Fe sekitar 50 % sehingga diproyeksikan jumlah deposit mencapai 339.800.000 x 50 % = 169.900.000 MT. Apabila pemerintah kabupaten mendapat kontribusi Rp. 5.000/ton, maka secara garis besar akan tembus pada angka Rp. 849.500.000.000,- ( delapan ratus empat puluh sembilan milyard lima ratus juta rupiah ). Sebuah angka sangat FANTATIS dan spektakuler.
Desa dan kecamatan sepanjang pantai selatan kabupaten Lumajang yang mengandung mineral iron sand :
No Desa Kecamatan
1 Wotgalih Yosowilangun
2 Tunjungrejo Yosowilangun
3 Darungan Yosowilangun
4 Jatimulyo Kunir
5 Pandanwangi Tempeh
6 Pandanarum Tempeh
7 Selok awar-awar Pasirian
8 Bago Pasirian
9 Bades Pasirian
10 Gondoruso Pasirian
11 Yogosari Candipuro
12 Bulurejo Tempursari
13 Tempurejo Tempursari
Jumlah 8,495,6 ha





Data Cadangan Geologi dan Tambang
No Cadangan Geologi Cadangan Tambang
1 Luas 720.000 M-2 Luas 443.000 M-2
2 Dalam 5,21 M Dalam 5,16 M
3 Crude Sand 6.533.200 ton Crude Sand 1.509.608 ton
4 Magnetic degree 14,21 % Magnetic degree 18,83 %
5 Consentrat 928,616 ton Consentrat 284.215 ton
6 Fe rata-rata 41,58 % Fe rata-rata 48,75 %
Posisi titik Koordinat sebaran iron sand di kabupaten Lumajang
No Garis Bujur (BT) Garis Lintang
◦ ‘ “ ◦ ‘ “ LU/LS
1 113 00 00 08 18 00 Ls
2 113 02 00 08 18 00 Ls
3 113 02 00 08 16 30 Ls
4 113 04 00 08 16 30 Ls
5 113 04 00 08 16 00 Ls
6 113 16 30 08 16 00 Ls
7 113 16 30 08 16 30 Ls
8 113 18 00 08 16 30 Ls
9 113 18 00 08 17 00 Ls
10 113 18 30 08 17 00 Ls
11 113 18 30 08 18 00 Ls
12 113 18 10 08 18 00 Ls
13 113 18 10 08 18 30 Ls
14 113 17 30 08 18 30 Ls
15 113 17 30 08 18 00 Ls
16 113 16 30 08 18 00 Ls
17 113 16 30 08 17 45 Ls
18 113 15 30 08 17 45 Ls
19 113 15 30 08 17 30 Ls
20 113 14 30 08 17 30 Ls
21 113 14 30 08 17 15 Ls
22 113 09 00 08 17 15 Ls
23 113 09 00 08 17 40 Ls
24 113 04 15 08 17 40 Ls
25 113 04 15 08 18 00 Ls
26 113 03 30 08 18 00 Ls
27 113 03 30 08 18 15 Ls
28 113 02 00 08 18 15 Ls
29 113 02 00 08 18 40 Ls
30 113 01 00 08 18 40 Ls
31 113 01 00 08 19 00 Ls
32 113 00 00 08 19 00 Ls



KARAKTER PASIR BESI LUMAJANG
Karakter pasir besi di kabupaten Lumajang mempunyai kadar Ferum (Fe) yang sangat rendah, yaitu sekitar 40-50 persen. Mengandung berbagai bahan pengotor seperti Titanium (Ti), Vanadium (V), Nikel (Ni), dan Cobalt (Co). Bahan pengotor tersebut menyebabkan pasir besi tidak efisien jika diolah menjadi besi baja. Harganya menjadi lebih rendah, sehingga tidak menarik untuk dieksploitasi secara besar-besaran. Baja atau sering disebut besi baja adalah bahan baku vital dalam dunia industri. Sekitar 95 persen dari seluruh konsumsi produk yang terbuat dari logam didominasi baja yang digunakan hampir di semua segmen kehidupan. Mulai dari peralatan dapur, kendaraan (seperti mesin, bodi lokomotif dan lain-lain), generator pembangkit listrik, kerangka rumah dan bangunan, jembatan dan lain sebagainya.
Secara umum karakter pasir besi disepanjang pantai selatan kabupaten Lumajang mulai dari desa Wotgalih kecamatan Yosowilangun sampai desa Bulurejo kecamatan Tempursari, mengandung 40,2 % bahan pengotor dan kandungan Fe-nya masih rendah. Oleh karena itu, perlu adanya terobosan teknologi yang canggih dan tepat untuk mengolahnya. Salah satu cara meningkatkan daya guna pasir besi adalah memisahkan bahan pengotor dari Fe. Maka apabila telah diperoleh Fe tanpa bahan pengotor, bisa langsung diolah menjadi baja.
Sedangkan untuk membersihkan pasir besi dari bahan pengotor tersebut diperlukan alat pemisah magnet berbentuk roda yang disebut Magnetik Separator. Alat ini secara otomatis akan memisahkan bahan yang bersifat magnet yakni Fe dan bahan pengotor yang tidak bersifat magnet. Bahan yang bersifat magnet dimurnikan lagi, sehingga menghasilkan Fe3O4 dan TiO2 (Titanium Dioksida). Dari Fe3O4 itulah yang nantinya diolah menjadi besi baja.

EKSPLOITASI
Menurut Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Prof Dr Ir Muhhamad Naim dalam salah satu symposium memaparkan, eksploitasi pasir besi dengan memanfaatkan teknologi dari Finlandia terbukti paling bagus dan ramah lingkungan, karena menggunakan magnet penghisap. Pasir besi hanya akan diambil sekitar 4 - 6 meter dari permukaan tanah. Sebab bila ditambah lebih dari 6 meter maka yang ditemukan bukan pasir besi namun kerakal. "Penambangannya pun berjarak 200 meter dari bibir pantai sehingga tidak akan terjadi abrasi dan bersifat ramah lingkungan," paparnya.
Untuk mengurangi pencemaran lingkungan akan ditanam sejumlah tanaman seperti pohon cemara udang, jarak, pandan dan lainnya. Sementara lahan yang sudah ditanam akan dibuat landscape untuk meratakan pasir. "Rehabilitasi lahan ini dimaksudkan untuk reklamasi dan memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi lahan sehingga daya dukung, produktifitas dan peranannnya dalam mendukung fungsi lahan tetap terjaga," imbuhnya.
Kegiatan eksploitasi pasir besi di kabupaten Lumajang selama ini dikerjakan oleh PT. Aneka Tambang berdasarkan surat keputusan Dirjen Pertambangan Umum Nomor : 30.K/24.02/DJP/2000 tanggal 7 Pebruari 2000 tentang pemberian kuasa pertambangan atas wilayah KW.09.PP.0290 di desa wotgalih kecamatan Yosowilangun seluas 504,4 Ha. Selama kurun waktu tersebut telah dieksploitasi sebanyak 286.198,92 metric ton dengan menggunakan 4 MS. Sedangkan pada tahun 2002 kegiatan produksinya untuk sementara dihentikan karena factor market dan ada bahan pengganti lain dari pasir besi.
COMMONITY DEVELOPMENT
Majalah TEMPO Interaktif, (09 Juni 2009) : Investor Cina dikabarkan hampir menyelesaikan proses ekplorasi pasir besi di kawasan Pantai Selatan Kabupaten Lumajang, tepatnya di wilayah Kecamatan Yosowilangun dan Kunir. Investor itu disebut-sebut diwakili oleh PT Indo Modern Mining yang berkantor di Jember tersebut mengantongi ijin ekplorasi hingga seluas kurang lebih 8.000 hektare.
Nurul Huda, Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Lumajang kepada Tempo siang ini mengatakan, kalau proses eksplorasi yang meliputi pengkajian dan penelitian terhadap potensi pasir besi tersebut sudah hampir selesai. Ijin ekplorasi selama satu tahun sejak Juli 2008 lalu. Pada awal Juli mendatang kemungkinan besar ekspolrasi sudah selesai. “Hasil penelitian tersebut nantinya akan diberikan kepada pemerintah,” katanya. Berkaitan dengan cukup atau tidaknya waktu melakukan ekplorasi, pihak investor bisa memperpanjang waktu kalau memamg dipandang masih kurang. Kalau memang eksplorasi sudah cukup, maka nantinya bisa dilanjutkan ke tahap eksploitasi. “Hanya sebelumnya harus membuat studi kelayakan serta analisa mengenai dampak lingkungan terlebih dulu,” katanya.
Nurul mengatakan, kalau berdasarkan informasi yang diperoleh dari investor, Kabupaten Lumajang mempunyai potensi cadangan pasir besi paling luas di Indonesia. Selain itu rata-rata kadar besinya antara 30 hingga 40 persen. “Ini informasi yang kami peroleh dari beberapa investor yang telah datang pada kami,” katanya. Terkait dengan kepastian berapa yang akan diinvestasikan, Nurul belum bisa komentar. Nurul juga mengatakan, kalau saat ini, pihak investor juga tengah mengurusi soal penanaman modal asing. “Diharapkan, pihak investor nanti bisa mendirikan industrinya di Lumajang,” katanya. Seperti diberitakan, saat ini hanya Pasir Semeru saja yang dieksploitasi. Sedangkan untuk pasir besi, beberapa kali selalu gagal menghadirkan investor.
Sebagai follow up tahapan eksplorasi pasir besi, pemerintah kabupaten seharusnya sudah memikirkan Commonity Development pada dasawarsa pertama investor dengan alokasi 11,5% dari gross profit untuk community development. Dan pada 10 tahun berikutnya kontribusi akan ditingkatkan sampai 20%. Pengusaha mineral tambang pasir besi pada 10 tahun pertama harus memberikan kontribusi ke daerah (Kabupaten) sebesar 1,5% dari penjualan masing-masing untuk Regional Development dan Community Development dan setelah 10 tahun meningkat menjadi sebesar 2%.
Setiap hasil produksi (pasir besi) sebelum diangkut, pemegang KP harus membayar di muka dulu retribusi pengangkutannya yang dihitung berdasarkan berat muatan dikalikan 1,3-Dolar/ton. Kewajiban investor tersebut merupakan pendapatan bagi daerah untuk PAD sebesar 1,3 Dolar/ton, AMDAL-nya 0,5 Dolar/ton, pemberdayaan untuk masyarakat setempat sebesar 0,2 Dolar/ton, dan retribusi pelabuhan ( kalau ada pelabuhan), belum lagi akses jalan, jika ada kerusakan.
Akhirnya sepatutnya kita harus dan harus selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena telah memberikan kekayaan, sumber daya alam yang melimpah untuk dimanfaatkan secara baik,terarah dan berwawasan lingkungan demi kepentingan rakyat sehingga nantinya akan menjadi Berkah bukan lagi Bencana. Semoga !.