Kamis, 9 September 2010
  Home | Pengaduan | Space Iklan |
03-09-2010 :  Kepada Pemudik & Pengguna Jalan Raya Diharap Hati-hati Dan Selalu Taat Lalu Lintas  ***  
 Sekapur Sirih
 Lambang Daerah
 Sejarah Lumajang
 Visi Misi
 Eksekutif
 Legislatif
 Kecamatan
 Desa

 Keadaan Wilayah
 Peta Kota
 Jarak Antar Kota Dalam      Kabupaten
 Fasilitas
 Penghargaan
 UMK Lumajang 2010
 Sekolah Negeri & Swasta
 Infrastruktur Jembatan
 Potensi Rawan Bencana
 Profil Kim Margi Rahayu

 Layanan Perijinan
 Layanan PDAM
 Layanan Uji Kendaraan      Bermotor
 Layanan Tenaga Kerja
 Layanan Perpustakaan
 Layanan Dinas Pasar

14 September 2010
HALAL BI HALAL KARYAWAN/WATI PEMKAB.LUMAJANG

10 September 2010
SHOLAT IDUL FITRI

09 September 2010
PEMBERANGKATAN TAKBIR KELILING

Indeks Agenda  

Per  07 September 2010
Gol Jml Sat
A 0 Kolf
B 1 Kolf
O 37 Kolf
AB 3 Kolf

Hit Counter : 269021



                   Artikel
20 Juli 2010
Jabat Tangan yang Positif Ada Rumusnya

Berjabat tangan dapat mengungkap aspek kepribadian yang memberikan kesan tertentu bagi orang yang melakukannya. Agar efeknya positif, maka beberapa hal harus diperhatikan termasuk temperatur dan kelembaban pada telapak tangan. Efek psikologis tersebut terungkap dari cara seseorang melakukan jabat tangan. Misalnya genggaman yang terlalu lemah memberi kesan tidak nyaman, sementara genggaman yang terlalu cepat akan memberi kesan arogan. Penelitian di University of Manchester menemukan 20 persen orang tidak menyukai tradisi berjabat tangan. Beberapa alasan yang paling banyak disampaikan adalah telapak tangannya berkeringat, bersalaman dengan terlalu kuat maupun tidak bersemangat, serta tidak ada kontak mata. Untuk itu seorang profesor psikologi, Geoffrey Beattie merumuskan kondisi ideal untuk berjabat tangan agar dapat memberi kesan menyenangkan. Dikutip dari Foxnews, Senin (19/7/2010), rumus tersebut adalah sebagai berikut: "PH = √ (e2 + ve2)(d2) + (cg + dr)2 + phi((4(s)2)(4(p)2))2 + (vi + t + te)2 + ((4(c)2 )(4(du)2))2" keterangan: (e) kontak mata (1 = tidak ada; 5 = tatapan langsung) nilai yang disarankan 5; (ve) salam verbal (1 = salam yang sesuai; 5 = salam yang tidak sesuai) nilai yang disarankan 5; (d) senyum Duchenne - senyum di mata dan mulut, dipadukan dengan simetri kedua sisi wajah (1 = tidak sempurna); 5 = sempurna) nilai yang disarankan 5; (cg) luas area genggaman genggaman (1 = sedikit; 5 = penuh) nilai yang disarankan 5; (dr) kelembaban telapak tangan (1 = basah; 5 = kering) nilai yang disarankan 4; (s) kekuatan genggaman (1 = lemah; 5 = kuat) nilai yang disarankan 3; (p) posisi tangan (1 = lebih dekat ke tubuh sendiri; 5 = lebih dekat ke tubuh lawan) nilai yang disarankan 3; (vi) hentakan tangan (1 = terlalu kuat/terlalu lemah; 5 = sedang) nilai yang disarankan 3; (t) temperatur telapak tangan (1 = terlalu dingin/terlalu panas; 5 = sedang) nilai yang disarankan 3; (te) tekstur tangan (5 = sedang; 1 = terlalu kasar/terlalu lembut) nilai yang disarankan 3; (c) kontrol (1 = rendah; 5 = tinggi) nilai yang disarankan 3; (du) durasi (1 = terlalu cepat; 5 = terlalu lama) nilai yang disarankan 3. Apabila seluruh kondisi ideal dimasukkan ke dalam rumus tersebut, maka nilai yang diperoleh adalah 70,77 yang merupakan nilai sempurna untuk berjabat tangan. Jika nilainya di bawah atau di atas, seorang tidak akan menemukan kondisi salaman yang ideal. Secara sederhana, rumus tersebut ingin menganjurkan beberapa hal saat berjabat tangan yaitu: 1. Menggunakan tangan kanan 2. Genggaman penuh dengan kekuatan sedang 3. Hentakan dengan kekuatan sedang kurang lebih 3 kali 4. Telapak tangan yang sejuk atau kering 5. Tahan selama kurang lebih 2-3 detik 6. Diikuti dengan kontak mata serta ucapan salam yang sesuai.


Artikel Lainnya Klik --> LIHAT