Home | Pengaduan | Space Iklan |   Rabu, 20 Agustus 2014 

HIT COUNTER
 Sekapur Sirih
 Lambang Daerah
 Sejarah Lumajang
 Visi Misi
 Eksekutif
 Legislatif
 Kecamatan
 Layanan Perijinan
 Layanan PDAM
 Layanan Perhubungan
 Layanan Tenaga Kerja
 Layanan Perpustakaan
 Layanan Dinas Pasar
 Layanan Kependudukan
 Layanan PD Bank Pasar
 Layanan Bakesbangpol
 Inpres No 3 Thn 2003
 Dewan TIK Nasional
 ICT-PURA
 Portal Berita Info Publik
 Transparansi Pengelolaan
    Anggaran Daerah
lailatu fitriyah :
di  jepara,JATENG
20 Agustus 2014

hay lumajang... salam" kangen ya dari aq

lailatu fitriyah :
di  jepara,JATENG
20 Agustus 2014

hay lumajang... salam" kangen ya dari aq

yudistira :
di  palangka raya
20 Agustus 2014

semoga sukses selalu perijinan lumajang.. salam

Hari Purwadi :
di  AIS - Lumajang
20 Agustus 2014

haloooo Lumajang..... Mau lihat Lomba Egrang Nich.... Tapi udah terlambat.... Semangat...

Alfan :
di  Kalipepe
19 Agustus 2014

Kpd. Dinas Pariwisata., Puncak B29 itu ada di Lumajang., dijaga dong..!! di aku aku kabupaten sebelah tuh..!! jangan sampai direbut..!!

Alfan :
di  Kalipepe
19 Agustus 2014

Kpd. Dinas Pariwisata., Puncak B29 itu ada di Lumajang., dijaga dong..!! di aku aku kabupaten sebelah tuh..!! jangan sampai direbut..!!

Alfan :
di  Kalipepe
19 Agustus 2014

Kpd. Dinas Pariwisata., Puncak B29 itu ada di Lumajang., dijaga dong..!! di aku aku kabupaten sebelah tuh..!! jangan sampai direbut..!!


Kirim Salam     
 Username : 

 Password  :   
23 Agustus 2014
Lomba Balap Sepeda

20 Agustus 2014
Lomba Olahraga Tradisional Egrang dan Gobak Sodor

19 Agustus 2014
Lomba Olahraga Tradisional Dagongan

Indeks Agenda   
    Berita Lumajang
06 Agustus 2010
AWAL RAMADHAN JATUH PADA RABU, 11 AGUSTUS

[Lumajang.go.id] Berdasarkan teori hisab atau perhitungan matematis dan ilmu falaq yang mengacu pada al-Qur,an-Hadits, awal ramadhan atau awal puasa, jatuh pada hari Rabu, 11 Agustus 2010 yang akan datang. Sedangkan ijtima’ akhir sya’ban jatuh pada Selasa, 10 Agustus. Hal itu dijelaskan Kepala Seksi Urusan Agama Islam Kantor Kemestrian Agama RI Kab. Lumajang, Drs. M. Junaidi, saat sosialisasi hisab-ru’yat di aula kantornya, Jum,at Pagi (6/8).
Namun, tegasnya, meskipun secara hisab sudah ditentukan, awal ramadhan pada Rabu, 11 Agustus, tidak otomatis Kementrian menetukan berdasarkan hasil hisab. Sebab, ketentuan awal ramdhan dan syawal, menunggu hasil keputuan sidang itsbat Kementrian Agama RI berdasarkan ru’yatul hilal bil fi’li atau melihat hilal dengan mata langsung. Biasanya, siding itsbat dilakukan setelah mendapat laporan dari daerah seluruh Indonesia yang melakukan ru’yatul hilal bil fi’li.

Lebih jauh Kasi Urais menjelaskan, hasil rapat Tim Badan Hisab-ru’yat Kab. Lumajang, juga menyimpulkan, tinggi hilal pada hari Selasa, 10 Agustus 2010 berdasarkan hisab, posisinya sudah di atas ufuk 2 derajat, 18 menit, 39 detik. Bahkan hasil perhitungan tim, menghasilkan, pada hari Selasa itu, tinggi hilal di atas ufuk bisa 3 drajat lebih. Sedangkan lama hilal di atas ufuk sehinga dapat dilihat dengan mata telanjang, berlangsung sekitar 11 menit 26 detik.

Namun, khusus untuk datangnya waktu shalat maghrib saat umat Islam berbuka puasa, sudah dapat dilihat jadwal imsakiyah yang dikeluarkan Kementrian Agama Kantor Kab. Lumajang. Hanya saja, persoalannya yang perlu dipahami umat Islam di Kab. Lumajang, waktu berbuka puasa tidak bersamaan, antara dataran rendah di wilayah ibukota Lumajang, sengan dataran tinggi, seperti wilayah Desa Ranupane dan Desa Argosari. Hal itu, karena perbedaan waktu tenggelamnya matahari dan terbitnya matahari. Selisih waktu antara wilayah Ibukota Kabupaten Lumajang dengan Desa Ranupane dan Argosari, bisa sekitar 5 menit lebih.

Sementara itu, Ustadz Muh. Kun Muhadits, dalam kesempatan itu, menyampaikan, diperkirakan antara dua ormas Islam besar yaitu, Muhammadiyyah dan NU tidak ada perbedaan dalam penentuan awal ramdhan maupun 1 syawal. Hal itu, apabila mengacu pada ilmu astronomi yang digunakan untuk hisab. Namun, tegasnya, yanmg membedakan adalah cara menentukannya.

Adapun mengenai jadwal pelaksanaan ru’yatul hilal bil fi’li sebagaimana tahun-tahun lalu, dilaksanakan dua hari sebelum datangnya awal ramadhan yang diperkirakan dari hasil hisab. Begitu juga dengan ru’yatul hilal bil fi’li menjelang 1 syawal, dilaksanakan dua hari sebelum datangnya 1 syawal yang diperkirakan berdasarkan hasil hisab atau perhitungan secara ilmu falaq. (sl)


Berita Lainnnya :