 |
|
11 Maret 2010 Pelaksanaan Forum SKPD Thn 2010
11 Maret 2010 Penilaian Citra Pelayanan Prima Tahun 2010 Tk. Prov.Jatim ( Puskesmas Pasirian )
10 Maret 2010 Tilik Desa Bupati
| | | | | Indeks Agenda |
Per 11 Maret 2010
| Gol |
Jml |
Sat |
| A |
85 |
Kolf |
| B |
31 |
Kolf |
| O |
65 |
Kolf |
| AB |
11 |
Kolf |
|
Potensi Pertambangan |
|
|
Wilayah Kabupaten Lumajang mempunyai potensi bahan galian golongan C yang sangat besar dan berlimpah, selain bahan galian golongan C juga terdapat bahan galian golongan B, bahkan tidak menutup kemungkinan juga terdapat bahan galian golongan A. Namun untuk potensi Bahan Galian Golongan A, pada kenyataanya data dan informasinya masih sangat minim, sehingga perlu adanya kerja sama dengan pihak swasta untuk dilakukan survey dan penelitian lebih lanjut. Dan diharapkan agar nantinya dapat menarik investor untuk mau menanamkan modalnya pada sektor pertambangan di Kabupaten Lumajang.
Potensi Bahan Galian Golongan C Bahan Galian Golongan C di Kabupaten Lumajang dijumpai variasinya terbatas namun mempunyai potensi yang sangat besar, data dan informasi untuk bahan galian golongan C, meliputi : lokasi keterdapatan, jumlah cadangan, dan mutunya.
Keberadaan Gunung tertinggi di Pulau Jawa yaitu Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang mendorong dan membawa berkah dengan berlimpahnya bahan galian golongan C khususnya jenis pasir, batu, coral dan sirtu yang tak pernah habis dan berhenti mengalir. Potensi bahan Galian golongan C jumlahnya akan bertambah terus sesuai dengan kegiatan rutin Gunung Semeru yang mengeluarkan material kurang lebih 1 (satu) juta M3/tahun. Bukan saja kuantitasnya yang sangat besar namun kualitasnya juga sangat baik dan terbaik di Jawa Timur. Berbagai penelitian menyimpulkan, unggulnya kualitas pasir gunung semeru karena kandungan tanah (lumpur) sedikit, butiran pasirnya standart serta warna dan daya rekatnya yang baik.
Lokasi keterdapatan penambangan pasir dan batu cukup banyak, diantaranya di sepanjang Sungai/Kali Rejali, Kali Regoyo, dan Kali Glidig. Tepatnya berada di Kecamatan Candipuro, pasirian, dan Tempursari dan Pronojiwo Areal bahan tambang/galian pasir dan batu bangunan 82,50 ha dengan volume 5.976.625 m³. Areal pasir dan batu yang di eksploitasi baru 15 ha dengan volume 239.065 m³ atau hanya 4% dari kapasitas yang tersedia.
Potensi Bahan Galian Golongan C wilayah Selatan Kabupaten Lumajang
| NO |
LOKASI / SUNGAI |
ENDAPAN |
JENIS TAMBANG | LOKASI KECAMATAN | | VOL (M3) |
LUAS (M2) |
| 1 |
Kobo'an I / S. Rejali |
800.000 |
142.000 |
Pasir |
Pronojiwo |
| 2 |
Leprak I / S. Rejali |
120.000 |
47.300 |
Krikil |
Candipuro |
| 3 |
Leprak II / S. Rejali |
100.000 |
35.700 |
Batu |
Pasirian |
| 4 |
Kantong Lahar Sumber Wuluh / S. Rejali |
5.000.000 |
204.500 |
Pasir |
Candipuro |
Selain endapan tersebut diatas, masih terdapat cukup besar endapan material disepanjang sungai diwilayah lain Kabupaten Lumajang.
Pasir Besi dan Emas Kabupaten Lumajang mempunyai potensi cadangan pasir besi paling luas di Indonesia. Demikian menurut survey beberapa investor yang datang. Area pasir yang mengandung zat besi itu bisa mencapai 60 ribu Ha. Selain itu rata-rata kadar besinya antara 30 hingga 40 persen. Areal tambang pasir besi membentang luas dan memanjang di pantai selatan. Kabupaten Lumajang kaya akan pasir besi ini lantaran pernah mendapat muntahan dari gunung Semeru. Kemudian dibawa air sungai hingga ke laut. Muntahan gunung ini membawa partikel zat besi, sehingga kemudian menjadi pasir besi di tepi pantai.
Pasir Besi di pantai selatan Kabupaten Lumajang, hasil survey kualitasnya terbaik di negeri ini. Sayangnya, belum diketahui banyak pihak sehingga yang mengelola di Pantai wot Galih hanya satu tangan, itupun yang menggarap bukan orang pertama. Areal tambang pasir besi mencapai 2.650 ha. Lokasinya memanjang dalam satu deret di sepanjang pantai selatan. Tepatnya, di pantai selatan Kecamatan Yosowilangun, Kecamatan Kunir, Kecamatan Tempeh dan Kecamatan Pasirian.
Jalan menuju ke lokasi sudah tersedia, tinggal menyediakan basc camp agar dapat memindah hasil penyulingannya kelokasi lain lebih mudah ke arah pengiriman. Bagi investor dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang bakal mendapat kemudahan, baik perijinan, sarana jalan, dan sebagainya. Penambangan di Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun seluas 504,4 ha ( 20% dari kapasitas yang tersedia). Dari luas tersebut memiliki kapasitas produksi 115.200 ton per tahun. Diperkirakan 10 tahun ke depan memiliki kapasitas produksi 1.136.200 ton.
Disamping pasir besi Kabupaten Lumajang tersedia potensi Tambang Emas. Setidaknya ada 2 Desa yang dinyatakan memiliki kandungan emas. Yaitu Desa Bulurejo, dan Desa Oro-Oro Ombo, keduanya berada di Kecamatan Tempursari, 60 Km dari jantung kota Lumajang. Asumsi tersebut didasarkan pada surat Direktorat Teknik Pertambangan Umum No. 1638/2013/DPT/1996 tanggal 25-06-1996 dan Surat Bupati lumajang No. 545/1571/434.51/1996 yang dinyatakan bahwa kedua desa tersebut memiliki kandungan emas.
Sumber data : Bagian Ekonomi Kabupaten Lumajang
|
|
|
|
|