Home | Pengaduan | Space Iklan |   Rabu, 17 September 2014 

HIT COUNTER
 Sekapur Sirih
 Lambang Daerah
 Sejarah Lumajang
 Visi Misi
 Eksekutif
 Legislatif
 Kecamatan
 Layanan Perijinan
 Layanan PDAM
 Layanan Perhubungan
 Layanan Tenaga Kerja
 Layanan Perpustakaan
 Layanan Dinas Pasar
 Layanan Kependudukan
 Layanan PD Bank Pasar
 Layanan Bakesbangpol
 Inpres No 3 Thn 2003
 Dewan TIK Nasional
 ICT-PURA
 Portal Berita Info Publik
 Transparansi Pengelolaan
    Anggaran Daerah
 SOP PPID Kabupaten
Haryono Ismam :
di  Senduro, Lumajang
17 September 2014

Hari ini Hari Perhubungan ya pak? Selamat aja deh. Untuk yang mengemban tugas2 perhubungan, saya bertanya. Apakah tidak ada penertiban para pedagang yang berada diatas jalan? Siapa yg berwenang?

Rokhim Alwan :
di  Lumajang
17 September 2014

Selamat Hari Perhubungan yang ke 68, semoga penataan lalu lintas di Lumajang akan lebih baik.

Wardah :
di  Lumajang
16 September 2014

Butuh kulit singkong yg routin dimana ya ?

Ruswandi :
di  Kepuhharjo, Lumajang.
16 September 2014

Keamanan, kelancaran dan keselamatan berlalu lintas, baik bagi pengendara bermotor maupun tidak bermotor dan pejalan kaki sekaligus. adalah " HATI-HATI" dijalan. bukan lampu traffic light.

Bambang Irawan :
di  Jakarta Timur
16 September 2014

Untuk mas Didik Suhandoko, bagus usulan saudara itu, namun lebih bagus kalau tidak usul. Karena tidak semua persimapangan itu hrs diatur dengan lampu LL. Ada perhitungannya sendiri bro.

I Made Pasek Sidharta :
di  Jl. Widodaren 26 Surabaya
16 September 2014

Tidak semua persimpangan itu harus diatur dengan lampu lalu lintas Bro. Ada perhitungannya sendiri.

Saiful Badri :
di  senduro
16 September 2014

Semoga amanah didalam mengemban tugas.


Kirim Salam     
 Username : 

 Password  :   
07 September 2014
Sepeda Sehat

03 September 2014
Penerimaan Tim Penilai Lomba Desa Siaga

24 Agustus 2014
Karnaval Tingkat Umum

Indeks Agenda   
    Potensi Pertambangan

          Wilayah Kabupaten Lumajang mempunyai potensi bahan galian golongan C yang sangat besar dan berlimpah, selain bahan galian golongan C juga terdapat bahan galian golongan B, bahkan tidak menutup kemungkinan juga terdapat bahan galian golongan A. Namun untuk potensi Bahan Galian Golongan A, pada kenyataanya data dan informasinya masih sangat minim, sehingga perlu adanya kerja sama dengan pihak swasta untuk dilakukan survey dan penelitian lebih lanjut. Dan diharapkan agar nantinya dapat menarik investor untuk mau menanamkan modalnya pada sektor pertambangan di Kabupaten Lumajang.


Potensi Bahan Galian Golongan C
          Bahan Galian Golongan C di Kabupaten Lumajang dijumpai variasinya terbatas namun mempunyai potensi yang sangat besar, data dan informasi untuk bahan galian golongan C, meliputi : lokasi keterdapatan, jumlah cadangan, dan mutunya.

          Keberadaan Gunung tertinggi di Pulau Jawa yaitu Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang mendorong dan membawa berkah dengan berlimpahnya bahan galian golongan C khususnya jenis pasir, batu, coral dan sirtu yang tak pernah habis dan berhenti mengalir. Potensi bahan Galian golongan C jumlahnya akan bertambah terus sesuai dengan kegiatan rutin Gunung Semeru yang mengeluarkan material kurang lebih 1 (satu) juta M3/tahun. Bukan saja kuantitasnya yang sangat besar namun kualitasnya juga sangat baik dan terbaik di Jawa Timur. Berbagai penelitian menyimpulkan, unggulnya kualitas pasir gunung semeru karena kandungan tanah (lumpur) sedikit, butiran pasirnya standart serta warna dan daya rekatnya yang baik.

          Lokasi keterdapatan penambangan pasir dan batu cukup banyak, diantaranya di sepanjang Sungai/Kali Rejali, Kali Regoyo, dan Kali Glidig. Tepatnya berada di Kecamatan Candipuro, pasirian, dan Tempursari dan Pronojiwo Areal bahan tambang/galian pasir dan batu bangunan 82,50 ha dengan volume 5.976.625 m. Areal pasir dan batu yang di eksploitasi baru 15 ha dengan volume 239.065 m atau hanya 4% dari kapasitas yang tersedia.

Potensi Bahan Galian Golongan C wilayah Selatan Kabupaten Lumajang

NO LOKASI / SUNGAI ENDAPAN JENIS TAMBANGLOKASI KECAMATAN
VOL (M3) LUAS (M2)
1   Kobo'an I / S. Rejali 800.000  142.000   Pasir  Pronojiwo
2   Leprak I / S. Rejali 120.000  47.300   Krikil  Candipuro
3   Leprak II / S. Rejali 100.000  35.700   Batu  Pasirian
4   Kantong Lahar Sumber
  Wuluh / S. Rejali
5.000.000  204.500   Pasir  Candipuro

Selain endapan tersebut diatas, masih terdapat cukup besar endapan material disepanjang sungai diwilayah lain Kabupaten Lumajang.


Pasir Besi dan Emas
          Kabupaten Lumajang mempunyai potensi cadangan pasir besi paling luas di Indonesia. Demikian menurut survey beberapa investor yang datang. Area pasir yang mengandung zat besi itu bisa mencapai 60 ribu Ha. Selain itu rata-rata kadar besinya antara 30 hingga 40 persen. Areal tambang pasir besi membentang luas dan memanjang di pantai selatan. Kabupaten Lumajang kaya akan pasir besi ini lantaran pernah mendapat muntahan dari gunung Semeru. Kemudian dibawa air sungai hingga ke laut. Muntahan gunung ini membawa partikel zat besi, sehingga kemudian menjadi pasir besi di tepi pantai.

          Pasir Besi di pantai selatan Kabupaten Lumajang, hasil survey kualitasnya terbaik di negeri ini. Sayangnya, belum diketahui banyak pihak sehingga yang mengelola di Pantai wot Galih hanya satu tangan, itupun yang menggarap bukan orang pertama. Areal tambang pasir besi mencapai 2.650 ha. Lokasinya memanjang dalam satu deret di sepanjang pantai selatan. Tepatnya, di pantai selatan Kecamatan Yosowilangun, Kecamatan Kunir, Kecamatan Tempeh dan Kecamatan Pasirian.

          Jalan menuju ke lokasi sudah tersedia, tinggal menyediakan basc camp agar dapat memindah hasil penyulingannya kelokasi lain lebih mudah ke arah pengiriman. Bagi investor dijanjikan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang bakal mendapat kemudahan, baik perijinan, sarana jalan, dan sebagainya. Penambangan di Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun seluas 504,4 ha ( 20% dari kapasitas yang tersedia). Dari luas tersebut memiliki kapasitas produksi 115.200 ton per tahun. Diperkirakan 10 tahun ke depan memiliki kapasitas produksi 1.136.200 ton.

          Disamping pasir besi Kabupaten Lumajang tersedia potensi Tambang Emas. Setidaknya ada 2 Desa yang dinyatakan memiliki kandungan emas. Yaitu Desa Bulurejo, dan Desa Oro-Oro Ombo, keduanya berada di Kecamatan Tempursari, 60 Km dari jantung kota Lumajang. Asumsi tersebut didasarkan pada surat Direktorat Teknik Pertambangan Umum No. 1638/2013/DPT/1996 tanggal 25-06-1996 dan Surat Bupati lumajang No. 545/1571/434.51/1996 yang dinyatakan bahwa kedua desa tersebut memiliki kandungan emas.


Sumber data : Bagian Ekonomi Kabupaten Lumajang