KEGIATAN UNGGULAN SEKTOR PETERNAKAN 
A. Inseminasi Buatan 
Inseminasi Buatan (IB) adalah salah satu program yang dilakukan untuk meningkatkan mutu genetik ternak Sapi dan Kambing. Pelayanan Inseminasi  
Buatan di Kabupaten Lumajang pada tahun 2008 didukung oleh 48 orang petugas inseminator. Dalam tahun 2008 pelaksanaan IB  mencapai 52.512  
dosis dengan akseptor sebanyak 42.167 ekor.   
Hasil Inseminasi Buatan pada ternak sapi telah terbukti meningkatkan mutu ternak dan harga ternak, sehingga ini akan berdampak meningkatnya 
 pendapatan peternak. Dari hasil IB Sapi diperkirakan dalam tahun 2008 menghasilkan keturunan pedet sebanyak 21.962 ekor . 
Dengan asumsi harga pedet umur 4 bulan  hasil IB dibanding dengan harga pedet hasil kawin alam terdapat selisih harga sebesar Rp. 1.000.000,00 
 (satu juta rupiah) maka melalui program IB ini dapat meningkatkan pendapatan peternak di Kabupaten Lumajang sebesar Rp. 21.962.000.000,- (Dua  
puluh satu milyard sembilan ratus enam puluh dua juta rupiah). Disamping itu juga tercapai pula peningkatan produksi dan produktifitas ternak, 
melalui pelayanan pemeriksaan kebuntingan dan penanganan gangguan reproduksi ternak. 
B. Pengembangan Agribisnis Kambing 
Kabupaten Lumajang sudah dikenal mempunyai bibit Ternak Kambing Peranakan Etawah yang unggul . Hal ini telah terbukti dengan dimenangkannya  
berbagai kejuaraan kontes ternak kambing baik tingkat Nasional maupun propinsi Jawa Timur. Kambing PE dari Kecamatan Senduro terkenal sebagai  
tipe pedaging dan tipe perah.  Susu Kambing dikenal mempunyai berbagai manfaat, diantaranya sebagai obat penyakit asma, alergi, dan lambung,  
Memperbaiki metabolisme tubuh, dan meningkatkan vitalitas serta stamina tubuh. Pengembangan Agribisnis ternak Kambing dilaksanakan di kawasan 
sentra Pengembangan ternak kambing yang terletak di kawasan Agropolitan Seroja yaitu Kecamatan Senduro, Pasrujambe dan Gucialit.  
  
C. Pengembangan Agribisnis Pola Kemitraan Ayam Potong 
Pengembangan Agribisnis Ayam potong dengan pola kemitraan di Kabupaten Lumajang sudah berjalan sejak tahun 1999. Sampai akhir 2008 populasi 
 telah mencapai 809.302 ekor per periode. sehingga di hasilkan produksi daging 17.322 ton/tahun. Pola Kemitraan ini di ikuti oleh 125 peternak  
dengan mitra sejumlah 6 inti, yaitu : 
- Satwa Mirama Raya 
- Prima Tama Karya Persada 
- Panca Patriot 
- Wonokoyo 
- Chiomas Adi Satwa 
- Usaha Bumi Ayu 
  
D. Pelayanan Kesehatan Hewan  
Pelayanan kesehatan hewan di Kabupaten Lumajang di lakukan oleh 4 (empat) orang Dokter Hewan dan di bantu oleh petugas kesehatan hewan yang 
 ada di tiap-tiap kecamatan sejumlah 16 (Enam belas) orang mantri.(paramedis). Dalam tahun 2008 telah dilaksanakan penyuluhan dan pelayanan 
 kesehatan hewan massal yang berupa pengobatan penyakit hewan menular dan penanggulangan gangguan reproduksi pada ternak sapi dan kambing  
di tiap-tiap kecamatan bersamaan dengan pelayanan Inseminasi Buatan.  
E. Penanganan Penyakit Avian Influenza (Flu Burung) 
Kegiatan pengendalian, pencegahan dan pemberantasan penyakit Avian influenza (Flu Burung) di Kabupaten Lumajang pada tahun 2007 s/d 2008 
  berasal dari Anggaran APBN, APBD I, dan APBD Kabupaten Lumajang. Anggaran  APBN diberikan dalam bentuk pengadaan desinfektan sejumlah 425 
 liter. Anggaran APBD I diberikan dalam bentuk pengadaan vaksin sejumlah 100.000 dosis dan desinfektan sejumlah 50 liter. Sedangkan Anggaran  
APBD Kabupaten Lumajang  digunakan untuk  sosialisasi penyakit AI pada para Kepala Dusun, pengadaan desinfektan (15.000 botol), vaksin AI (15.000 
 dosis), rapid test kit AI (15 unit) dengan tujuan untuk pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit AI pada unggas,  terlaksananya  
penyemprotan desinfektan di 204 desa dan terlaksananya vaksinasi AI pada unggas serta penyebaran Kalender AI sebanyak 3000 eksemplar. 
Selain kegiatan di atas, penanganan flu burung di Kabupaten lumajang dilakukan oleh team Participatory Diseases Surveillance and Respon (PDSR) .  
Team PDSR di bawah pengawasan UPPAI Propinsi yang bertanggung jawab ke  UPPAI Pusat/CMU dan Dirjen Peternakan/FAO. Tugas dari team PDSR 
adalah melacak ada tidaknya penyakit AI di wilayah kerjanya, untuk kemudian melakukan respon sesuai protap yang ada.  Selain itu team PDSR juga 
mempunyai tugas melakukan edukasi/penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit AI, pencegahan dan penanganannya.